![]() |
| Smartphone Xiaomi Redmi Note 12(Sorce: Pinterest) |
Harga Murah Spek Tinggi, Mari Mengupas Strategi Marketing Ala Xiaomi!
Siapa yang tidak mengenal merk ponsel Xiaomi?....., ayo angkat tangannn!!...., pasti semua pembaca disini mengenal merk smartphone asal negeri tirai bambu ini, sekilas tentang Xiaomi, perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 oleh seorang pria bernama Lei Jun, Lin Bin, dan 6 mitra lainnya, awalnya fokus pada smartphone, kemudian berkembang ke berbagai perangkat elektronik konsumen dan platform IoT. Xiaomi mulai memasuki pasar Indonesia pada tahun 2014, dengan produk pertamanya yaitu Xiaomi Redmi 1S, yang mempunyai spesifikasi cukup mumpuni pada masanya, dengan layar 4,7 inci beresolusi 720p, prosesor Qualcomm Snapdragon 400 quad-core, RAM 1GB, penyimpanan internal 8GB, dan kamera belakang 8MP. Smartphone ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 1,5 juta, sehingga menjadikannya sangat populer di kalangan pengguna di Indonesia. Kehadiran Redmi 1S menandai debut Xiaomi di pasar Indonesia, dan membuka jalan bagi kesuksesan perusahaan di negara ini.
Strategi Pemasaran
Dari tahun 2014-2023, Xiaomi sudah menjual jutaan unit ponsel di Indonesia, hal ini mendadakan merk ponsel asal Tiongkok ini diterima oleh pasar Indonesia, Berdasarkan berbagai studi dan berbagai laporan industri, anak muda berusia 15 hingga 35 tahun merupakan pangsa pasar terbesar Xiaomi di Indonesia. alasan utama dibalik hal ini adalah strategi harga yang ditetapkan xiaomi terjangkau bagi kawula muda, walaupun harganya murah spek yang ditawarkan cukup tinggi. Xiaomi sebagian besar menggunakan channel pemasaran online seperti e-commerce dan marketplace untuk menekan harga produknya, alih-alih menyewa tempat atau ruko yang harus membayar biaya sewa, selain itu, Xiaomi sering memberikan bundling produk IoT-nya ketika konsumen membeli ponsel di harga tertentu. Di tahun 2019-2020, Xiaomi mengumumkan sbu-brand produknya yang diberinama Redmi dan POCO, Redmi menyasar semua kalangan yang murah ponsel murah spek tinggi, POCO menyasar kalangan anak muda yang hobi bermain game, sedangkan brand Xiaomi menyasar kalangan menengah keatas yang membutuhkan ponsel flagship dengan harga terjangkau, bukti dari strategi penetrasi pasar ini yaitu, penjualan Xiaomi meningkat mencapai puncaknya dengan pangsa pasar 26% di Q2 2021, menjadikannya merek smartphone nomor satu di Indonesia untuk pertama kalinya, diperkirakan Xiaomi menjual lebih dari 40 juta unit Redmi Note hanya dalam 5 bulan di tahun 2021.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar